Senin, 02 November 2015

8 MACAM PENYAKIT MATA DAN CIRI-CIRINYA

                               8 MACAM PENYAKIT MATA DAN CIRI-CIRINYA


Gangguan kesehatan mata dulu kita kenal hanya belekan dan merah namun ternyata macaman penyakit mata merah ini sangat banyak sekali disni akan dijelaskan satu persatu tentang macam-macam sakit mata .

Baiklah langsung saja ke pokok pembahasan pokok , baik lah silahkan baca di bawah ini dan kami tidak menyebutkan ciri-ciri penyakit dengan kata ciri-ciri  namun ada pakai kata gejala , biasanya dirasakan dll.
Macam Macam Penyakit Mata
Macam Macam Penyakit Mata

1. Macam-macam Penyakit Mata Pertama, KONJUNGTIVITIS

Konjungtivitis adalah iritasi akibat infeksi bagian selaput yang melapisi mata. Gejala penyakit mata ini biasanya mata memerah, berair, gatal, terasa nyeri, keluar belekan & penglihatan kita menjadi kabur. Konjungtivitis mudah menular dan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti alergi (debu, serbuk, bulu, angin / asap), infeksi bakteri, penggunaan lensa kontak yang kurang bersih.

2. Macam-macam Penyakit Mata Ke Dua, KERATOKONJUNGTIVITAS VERNALIS (KV)

Keratokonjungtivitas adalah peradangan pada bagian kornea (selaput bening) akibat alergi sehingga menimbulkan rasa sakit pada mata. Gejala penyakit mata ini: berair, gatal, mata merah, kelopak mata bengkak & banyak keluar belek. Perlu diketahui KV merupakan peradangan musiman. Penderita penyakit ini cenderung kambuh terutama pada musim panas.

3. Macam-macam Penyakit Mata Ke Tiga, ULKUS KORNEA (UK)

Ulkus kornea adalah infeksi pada bagian luar kornea. Biasanya penyaki mata seperti ini disebabkan beberapa jenis bakteri, seperti stafilokokus, pseudomonas dan pneumokokus. Penyebab awal bisa karena mata kelilipan. UK terkadang terjadi di seluruh
permukaan kornea sampai ke bagian dlm & belakang kornea.

4. Macam-macam Penyakit Mata Ke Empat, SELULITIS ORBITALIS (SO)

Selulitis orbitalis adalah peradangan pada jaringan di sekitar bola mata. Gejala penyakit mata ini berupa kelopak mata bengkak, bola mata menonjol & bengkak, mata merah, nyeri, serta penderita mengalami demam. Sering terjadi akibat cedera mata, infeksi sinus / infeksi yang berasal dari gigi. SO yang tak segera ditangani bisa berakibat fatal, seperti kebutaan, infeksi otak / pembekuan darah di otak.

5. Macam-macam Penyakit Mata Ke Lima, TRAKOMA

Trakoma adalah infeksi pada mata yang disebabkan bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini berkembang sangat baik di lingkungan yang kotor / bersanitasi buruk. Penularan penyakit mata trakoma berlangsung saat anak menggunakan benda yang sudah tercemari Chlamydia seperti sapu tangan dan handuk.

6. Macam-macam Penyakit Mata Ke Enam, DAKRIOSISTITIS

Penyebab dakriosistitis adalah penyumbatan yang terjadi pada saluran yang mengalirkan air mata ke hidung. Faktor alergilah yang menyebabkan terjadinya sumbatan pada saluran tersebut. Akibatnya adalah infeksi di sekitar kantung air mata yang menimbulkan nyeri, warna merah & bengkak, bahkan bisa sampai mengeluarkan nanah & penderita mengalami demam.

7. Macam-macam Penyakit Mata Ke Tujuh, BLEFARITIS

Di bagian bola mata terdapat lapisan air mata yang berfungi melindungi bola mata dari iritasi. Lapisan yang sangat halus ini terdiri atas tiga kelenjar, yaitu kelenjar minyak, air & lendir. Nah, blefaritis adalah suatu peradangan pada kelopak mata sebab terjadinya produksi minyak yang berlebihan yang berasal dari kelenjar minyak tersebut.

8. Macam-macam Penyakit Mata ke delapan, ENDOFTALMITIS

Endoftalmitis merupakan infeksi yang terjadi di lapisan mata bagian dlm sehingga bola mata bernanah. Gejalanya berupa mata merah, nyeri, bahkan sampai mengalami gangguan penglihatan. Biasanya terjadi sebab mata anak tertusuk sesuatu seperti jatum / benda tajam lainnya. Infeksi ini cukup berat sehingga harus segera ditangani sebab bisa menimbulkan kebutaan.

Itulah 8 Macam Macam Penyakit Mata dan Ciri Cirinya  s emoga saja dapat mendatangkan wawasan baru untuk sobat semua , untuk menghindari penyakit penyakit di atas maka hindarilah penyebab-penyebanya .

PENYAKIT GINJAL

Sepertinya semua orang sudah mengetahui bahwa ginjal merupakan salah satu organ vital bagi tubuh kita. Ginjal berfungsi dalam tubuh kita sebagai penyaring racun dan kotoran dalam makanan yang kita konsumsi untuk kemudian dibuang melalui air seni. Untuk itu sangat penting bagi kita untuk menjaga kesehatan ginjal semenjak dini agar organ yang satu ini tetap dapat bekerja secara maksimal. Berikut ini adalah gejala penyakit ginjal yang patut Anda waspadai.
Gejala penyakit ginjal yang patut diwaspadai
Gejala penyakit ginjal yang patut diwaspadai (Sumber: Penyakitpedia)

Gejala Penyakit Ginjal Yang Umum Terjadi

Pada umumnya orang yang mengalami gangguan pada ginjalnya akan merasa sakit pada daerah di sekitar pinggang bahkan menyebar hingga ke pangkal paha dan seluruh tubuh. Perhatikan warna urine Anda, jika warnanya kemerahan atau coklat pekat maka kemungkinan Anda sedang mengalami masalah pada organ penyaring racun tersebut.
Warna air seni yang kuning pucat atau hampir transparan adalah petunjuk bahwa ginjal berada dalam kondisi sehat. Selain itu, penderita mungkin akan mengalami mual, muntah atau demam tinggi saat ginjal mengalami peradangan. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala penyakit ginjal dan pengobatannya untuk menjaga organ penting ini tetap sehat.

Resiko dan cara mengatasi penyakit ginjal

Gejala penyakit ginjal dan cara mengatasinya haruslah menjadi informasi yang patut diketahui walaupun kita adalah orang awam di bidang kesehatan. Dengan demikian, sejak awal kita akan dapat melakukan pencegahan sebelum penyakit benar-benar menyerang tubuh kita. Penyakit ginjal yang menjadi sangat parah akan berakhir dengan hilangnya fungsi organ penyaring ini atau yang sering disebut dengan gagal ginjal.

Penanganan Penyakit ginjal

Bila hal ini terjadi maka ginjal tak dapat lagi menyaring darah sebagaiman normalnya terjadi. Oleh sebab itu, beberapa langkah intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
  • Penderita yang mengalami gagal ginjal harus menjalani cuci darah atau dialisis dengan mesin yang menggantikan fungsi ginjal.
  • Dokter juga bisa melakukan prosedur untuk memperbaiki aliran darah ke ginjal, mengangkat sumbatan pada saluran kemih
  • Menghentikan penggunaan obat-obatan yang memperberat kerja ginjal.
Obat-obatan dapat memperberat kerja ginjal
Obat-obatan dapat memperberat kerja ginjal (Sumber: Vemale)

Pencegahan penyakit ginjal

Selain mengetahui gejala dan pengobatannya, sebaiknya kita juga mempunyai pengetahuan yang memadai tentang gejala penyakit ginjal dan pencegahannya. Dengan demikian, kita bisa menghindari penyakit ginjal tersebut menimpa organ berharga kita. Untuk melindungi ginjal, sebaiknya lakukan hal-hal berikut:
  • Rajin mengecek tekanan darah kita. Penyakit ginjal dapat terjadi karena komplikasi penyakit tekanan darah tinggi yang kronis.
  • Suplemen dari ekstrak bawang putih memiliki khasiat untuk menurunkan tekanan darah, tetapi berkonsultasilah dulu dengan dokter Anda untuk mengonsumsi suplemen ini karena mungkin ada efek samping bagi kesehatan Anda.
  • Menghilangkan kebiasan merokok dan minum alkohol karena kedua bahan tersebut membuat ginjal harus bekerja keras untuk menetralisir bahan itu

ASMA

Asma merupakan penyakit jangka panjang yang dapat menyebabkan penderitanya sulit bernapas, batuk-batuk, dan mengalami mengi ketika kambuh. Pada tiap orang, tingkat keparahan penyakit ini berbeda-beda, dan umumnya dapat dikendalikan dengan baik.
Asma terjadi ketika saluran napas atau bronkus mengalami radang. Bronkus yang berbentuk seperti tabung kecil ini berfungsi untuk membawa udara masuk dan keluar dari paru-paru. Bronkus penderita asma pada umumnya lebih sensitif dari orang-orang lain dan lebih gampang mengalami radang.
Asma-alodokter

Sekilas mengenai gejala asma

Ketika paru-paru seorang penderita teriritasi oleh sesuatu yang menjadi pemicu asma, saluran napasnya menjadi menyempit, otot-otot di sekitarnya menjadi mengencang, dan produksi dahak meningkat. Setelah itu timbullah beberapa gejala seperti dada yang terasa sesak, sulit bernapas, mengi, dan batuk-batuk.
Serangan parah gejala-gejala tersebut dikenal sebagai serangan asma atau eksaserbasi asma akut. Penderita serangan asma bisa saja membutuhkan perawatan rumah sakit. Meski jarang terjadi, serangan asma bisa membahayakan nyawa. Bagi penderita asma kronis, radang pada saluran napasnya yang sudah berlangsung lama dan berulang-ulang bisa menyebabkan penyempitan permanen.
Jika seseorang terdiagnosis mengidap asma saat kanak-kanak, gejalanya mungkin bisa menghilang ketika dia remaja dan muncul kembali saat dewasa. Namun gejala asma yang tergolong sedang atau berat di masa kanak-kanak, akan cenderung tetap ada walau bisa juga muncul kembali. Kendati begitu, asma bisa muncul di usia berapa pun dan tidak selalu berawal dari masa kanak-kanak.

Penderita asma di Indonesia

Di Indonesia, seiring dengan berkembangnya jumlah penduduk dan industri, maka asma makin menjadi perhatian, terlebih lagi dengan makin bertambahnya faktor-faktor pemicu. Peningkatan penyakit asma juga berkaitan erat dengan interior rumah, gaya hidup, pola makan, kebiasaan merokok, paparan alergen, serta polusi udara dari industri maupun kendaraan.
Menurut data WHO pada tahun 2011, kematian akibat asma di Indonesia mencapai 14.624 jiwa. Angka ini berarti asma menyebabkan sekitar 1% total kematian di Indonesia. Sekitar 1.1% populasi Indonesia menderita asma. Jadi, walau bisa tergolong penyakit yang jarang, asma tetap perlu diwaspadai agar serangannya terkontrol dan tidak dibiarkan mencapai tahap yang membahayakan nyawa.

Sedikit mengenai penyebab asma

Asma merupakan penyakit keturunan. Seseorang berpeluang besar terkena asma jika salah satu atau kedua orang tuanya juga menderita asma. Meski begitu, penyebab dasar penyakit ini masih belum sepenuhnya dipahami.

Faktor-faktor yang menjadi pemicu umum penyakit asma

Pengertian pemicu di sini adalah segala sesuatu yang dapat mengiritasi saluran napas, yaitu apa pun yangnantinya mengarah kepada munculnya gejala asma. Pemicu umum asma pada tiap penderitanya berbeda-beda.
Ada beberapa hal yang dapat menjadi pemicu umum asma, diantaranya bulu hewan, udara dingin, tungau debu, asap rokok, serbuk sari, infeksi paru-paru, dan olah raga. Beberapa aktivitas tertentu seperti pekerjaan juga dapat memperburuk asma. Hal ini diistilahkan sebagai ‘asma akibat kerja’ atau asma yang berhubungan dengan pekerjaan. Contohnya seperti pekerja bangunan yang terkena asma akibat sering terpapar debu atau pasir.

Sekilas mengenai diagnosis asma

Dokter kemungkinan dapat menyimpulkan diagnosis jika Anda memiliki gejala asma yang khas. Dokter biasanya akan bertanya mengenai kapan dan seberapa sering Anda mengalami gejala tersebut, serta apakah Anda tahu mengenai sesuatu yang mungkin menjadi pemicunya. Dokter biasanya akan melakukan sejumlah tes untuk menguatkan diagnosis.

Langkah penanganan penyakit asma

Untuk obat asma sendiri hingga saat ini belum ditemukan, namun ada sejumlah langkahpenanganan yang dapat diterapkan guna membantu mengendalikan asma. Penanganan  tersebut didasarkan pada dua sasaran penting, yaitu meredakan gejalanya dan mencegah terjadinya serangan asma. Kedua sasaran tersebut juga melibatkan kombinasi obat-obatan, identifikasi dan penghindaran diri dari pemicu asma, serta nasihat pola hidup.

Hidup dengan asma

Jika kebetulan Anda seorang pengidap asma atau orang yang hidup dengan asma, jangan khawatir atau cemas dengan penyakit Anda. Asma merupakan kondisi yang dapat dikendalikan asalkan Anda menerapkan disiplin, baik dalam hal penanganannya, maupun pencegahannya.
Beberapa langkah di bawah ini bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya serangan asma, diantaranya:
  • Mengenali dan menghindari pemicu asma.
  • Mengikuti rencana penanganan asma Anda yang dibuat bersama dokter.
  • Mengenali serangan asma dan mengobati secepatnya.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang disarankan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor napas Anda.
  • Disarankan untuk melakukan vaksinasi influenza dan pneumonia untuk mencegah munculnya komplikasi akibat serangan asma.
  • Jika penggunaan inhaler pereda reaksi cepat makin meningkat, segera konsultasikan kepada dokter agar rencana penanganan asma Anda disesuaikan kembali.

PENYAKIT TYPUS















Penyebab, Gejala, Pencegahan Serta Pengobatan Penyakit Tifus / Tipes / Typus -
Pernah mengalami sakit yang satu ini ? kalo admin sendiri alhamdulliah belum pernah dan semoga ga akan pernah.. hehe, tapi kerabat maupun sahabat admin banyak yang terserang oleh penyakit yang satu ini.. dan melihat kondisi para penderita tifusadmin sangat kasihan, mereka lemas tak berdaya.. ^_^ . namun sebenarnya apa itu penyakit tipes/tifus, apa penyebab bisa terserang tifus, dan bagaimana gejala dan cara penyembuhannya.. untuk itu mari kita kupas tuntas mengenai penyakit yang satu ini.


Tifus dapat mengacu kepada beberapa hal berikut:


  • Demam tifoid, penyakit yang sering ditemukan di Indonesia yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica.
  • PenyakitRickettsia (typhus), penyakit yang disebabkan oleh bakteri genus Rickettsiayang disebarkan oleh kutu.


Demam tifoidatau typhoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi. Penyakit ini dapat ditemukan di seluruh dunia, dan disebarkan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh tinja.
Penyakit Rickettsia atau tifus adalah berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri familia Rickettsiae. Penyakit ini disebarkan oleh arthropoda, khususnya kutu, tungau, dan caplak. Tiga jenis typhus utama adalah tifus epidemik, tifus endemik, dan tifus belukar. Jenis lain tifus yang juga sering ditemukan adalah penyakit Brill-Zinsser, yang merupakan tifus epidemik yang muncul kembali setelah bertahun-tahun sembuh. Tifus epidemik dan penyakit Brill-Zinsser disebabkan oleh bakteri  

Rickettsia prowazekii. Tifus epidemik disebarkan oleh kutu badan. Tifus endemik disebabkan oleh bakteri Rickettsia typhi, yang disebarkan oleh kutu. Tifus belukar disebabkan oleh bakteriRickettsia tsutsugamushi (dahulu bernama Orientia tsutsugamushi), dan disebarkan oleh tungau dan caplak. Jenis tifus lainnya antara lain demam berbintik gunung Rocky, Rickettsialpox, demam Boutonneuse, tifus caplak Siberia, tifus caplak Australia, dan demam berbintik Oriental.

Gejala Demam Tifoid


Setelah infeksi terjadi akan muncul satu atau beberapa gejala berikut ini:

  • demam tinggi dari 39° sampai 40 °C (103° sampai 104 °F) yang meningkat secara perlahan
  • tubuh menggigil
  • denyut jantung lemah
  • badan lemah
  • sakit kepala
  • nyeri otot myalgia
  • kehilangan nafsu makan
  • konstipasi
  • sakit perut
  • pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda


Cara Penularan Tipes/Tifus


  • Melalui makanan atau minuman yang sudah tercemar oleh bakteri Salmonella. Pada penderita Tifus, terdapat bakteri samonella pada aliran darah dan usus yang kemudian akan dikeluarkan melalui kotoran.
  • Penderita dapat menularkan penyakit ini apabila penderita meyajikan, dan memasak makanan atau memegang barang-barang yang biasanya digunakan untuk makan tanpa mencuci tangan dengan bersih terlebih dahulu.
  • Bisa juga disebabkan karena air yang diminum atau yang dipakai untuk mencuci pealatan makan seperti piring, gelas dan sebagainya atau mencuci sayur dan buah-buahan sudah tercemar oleh bakteri.


Cara Perawatan Penyakit Tipes/Tipus

Penyakit ini bisa diatasi dengan Antibiotika, seperti ampicillin, kloramfenikol, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan ciproloxacin yang sering digunakan untuk merawat demam tipoid di negara-

Dan Admin menyarankan jika ada teman atau kerabat yang terserang penyakit ini, harap segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dan mengurangi terjadinya kondisi yang lebih parah.

GEJALA PENYAKIT TBC DAN PENGOBATANNYA


GEJALA PENYAKIT TBC DAN PENGOBATANNYA

Tuberkulosis (TBC atau TB) adalah penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia.

Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Gejala TBC
Penyakit TBC Menular Lewat Udara
Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 penduduk terancam meninggal seperti yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang 2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Laporan tersebut juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat 8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun, kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angka keberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Gejala Penyakit TBC


Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.

Agar bisa mengantisipasi penyakit ini sejak dini, berikut gejala-gejala penyakit tuberculosis yang perlu Anda ketahui.

Gejala utama

Batuk terus-menerus dan berdahak selama tiga pekan atau lebih.

Gejala tambahan yang sering dijumpai

  • Dahak bercampur darah/batuk darah
  • Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
  • Demam/meriang lebih dari sebulan
  • Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
  • Badan lemah dan lesu
  • Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan

"Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosis karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeri pada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin Nawas Sp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.

Menurutnya, untuk memastikan seseorang terkena TB atau tidak, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung (BTA) dan gambaran radio logis (foto rontgen).

Penyebab Infeksi TBC


Penyakit ini diakibatkan infeksi kuman mikobakterium tuberkulosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.

Pengobatan Penyakit TBC


Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerah paru/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.

Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras". Hal ini harus dihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.

Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulit kuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada dokter setiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harus diatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara:
  • Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
  • Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
  • Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.